February 8th, 2010

Eeeeiiits, tunggu dulu! Judul di atas gak mewakili 100% pembahasan kita tentang ‘gas beracun’ itu lho… hehe. Tapi ya gitu, manusia emang punya banyak potensi buruk. Salah satunya tergesa-gesa (QS. 17:11). Bahkan tergesa-gesa dalam menuduh, seperti judul di atas. Hehe. ^_^

Dalam hal ini, bukti faktual baru-baru ini membuktikan satu hal yang tak terbantahkan oleh kita semua… sebau-bau kentut, asal itu masih kentut sendiri, kita tetap welcome atas kehadirannya. Memberikan ruang agar ‘gas beracun’ itu leluasa menjangkau angkasa. Meski agak malu, ini hidung gak pernah nolak mencium, ini mulut gak pernah berani menghina. Yang ada malah itu mulut tertutup rapat (pura-pura gak tahu) atau teriak duluan sambil nutup hidung, “iiih, bau banget!

  • Share/Save/Bookmark
0
Tags: | Posted in Tulisan Bebas |
February 6th, 2010

Papan Kayu, Paku, dan Lubang
Jika hati itu ibarat papan kayu, maka pasangan hidup adalah pakunya. Sedang lubang yang tertinggal di papan tatkala paku dicabut adalah kenangan. Meski paku tak lagi bersarang, namun tubuh papan telah berubah. Tubuhnya kini tak lagi mulus lantaran lubang-lubang yang bersemayam. Banyaknya lubang tentu saja tergantung dari banyaknya paku yang sempat tertanam. Dan besar kecilnya lubang tergantung pula dari bagaimana paku mengoyak papan kayu.

Harus diakui, siapa pun orang di sekitar kita pasti memiliki tempat tersendiri di hati. Berdasarkan perbedaan porsi, muncullah klasifikasi status sosial-pribadi: kenalan, teman, sahabat, saudara, keluarga, atau bahkan kekasih. Klasifikasi tersebut memiliki satu pondasi: cinta.

Kualitas cinta akan semakin sempurna apabila memiliki porsi yang total. Sepenuh hati. Suci. Cinta seperti ini tentu saja didasarkan bukan semata-mata cinta karena makhluk, melainkan cinta karena Allah SWT.[1] Cinta seperti inilah yang patut kita realisasikan dalam kehidupan, termasuk pernikahan.

  • Share/Save/Bookmark
0
Tags: , | Posted in Artikel |
February 6th, 2010

Letih tkkn prnh sggup mruntuhkn glora jiwa muda yg mmliki asa m’angkasa.
Peluh tkkn prnh mjd sandungan saat cita muda trus mlengking mbelah langit.
Ragu tkkn prnh hdir saat tekad muda bkoar lantang menamparny.
Rapuh tkkn prnh singgah dikala kesigapan slalu menyertai.
Sombong tkkn prnh nampak saat smuany hnya dprsmbhkn untkNy.
Pejuang TANGGUH!!
Truslh bjuang u/ mprsmbhkn yg trbaik. Ttlh istiqomh djln da’wah hgga nafas bhenti bhembus&jantung bhenti bdetak.

8 perhiasan
“ad prkra yg mrupkan prhiasn bg 8 prkra yg lain. Prtma, mmlihara dri dr mminta2 mrupakan prhiasan dr kfakiran. K2, brsyukur kpd Allah mrupakn prhiasan bg nkmat yg tlah dibrikan-Ny. K3, sbar a/ prhiasan bg musibah. K4, tawadhu’ d/ prhiasan bg (kemuliaan) nasab. K5,santun a/ prhiasan bg ilmu. K6,rndah hti a/ prhiasan bg seorg plajar. K7, tdk mnybutkn pmbrian mrupkn prhiasan bg kbaikan. Dan k8,khusyu’ a/ prhiasan bg shalat.” (Abu bakar Ash Shidiq)

  • Share/Save/Bookmark
0
Tags: , | Posted in SMS |
January 25th, 2010

Di dasar hatimu, sebenarnya ada sebuah jendela. Lewat dia, kau dapat memandang dunia sambil aman terjaga. Meskipun, jika kau diskusikan, apa yang tertangkap oleh mata tidaklah sama. Itu karena setiap manusia memiliki jendela hati yang berbeda. Semua tergantung di mana letak sudut dan seberapa luas jendela yang ada.

Betapa pun disajikan warna yang hebat, tak akan pernah terlihat jika kaca jendelamu penuh debu yang mengerat. Seramai apa pun kilau yang disemai, tak akan pernah tampak jika kau terus menutupinya dengan tirai.

Memang tidak selalu cerah yang kau dapatkan. Terkadang ada senja, badai, atau bahkan mendung yang gelap gulita. Namun pastikan, di akhir gelap selalu ada pelangi harapan, yang senaniasa membawa segenggam cahaya.

Biarkanlah sinar itu masuk. Menyusuri hatimu yang kini sedang gelap. Yang kau butuhkan hanyalah pembersih dan sepasang tangan untuk menyibak segala tudung hatimu. Lalu biarkan pelita di dasar hatimu menyala dengan sendirinya. Agar kau dapat tetap bersinar meski tak ada cahaya yang tersaji di luar jendela hatimu.

Jagalah baik-baik kaca jendelamu. Karena ia pelindung jiwamu. Sekali ia terpecah, maka ia tak dapat kembali sempurna, membiaskan seluruh cahaya ke dalam spektrum fana dunia.

[Limo, 24 Januari 2010]

  • Share/Save/Bookmark
0
Tags: | Posted in Sastra |
January 15th, 2010

Sahabat…

Sebelum kau mengeluh
Di getir akhir yang berpeluh

Sebelum kau menangis
Pada nihil hasil yang terkais

Sebelum kau marah
Atas sirna asa yang indah

Satu yang kupinta
Tersenyumlah…

  • Share/Save/Bookmark
0
Tags: , | Posted in Sastra |